Pengaruh Ucapan Dalam Hubungan Cinta

|

kasih

Ada pepatah yang mengatakan lidah lebih tajam daripada pedang. Pepatah ini memang ada benarnya. Sering ditemui sepasang kekasih atau suami-istri
bertengkar hanya karena masalah perkataan pasangannya yang menganggap sepele apa yang dilakukannya.
Contoh : Meri sedang mengikuti program diet . Dan hari itu dia berhasil menurunkan berat badannya sebanyak 5 kg setelah seminggu diet ketat. Dengan bangganya segera dikabarkannya hal tersebut pada suaminya. Tanpa berpikir dulu, suaminya memberi komentar “
Paling minggu depan berat badanmu akan naik 5 kg lagi”. Komentar tersebut membuat Meri sakit hati dan tersinggung karena upayanya selama seminggu disepelekan oleh suaminya.
Dengan komentar seperti itu tidak ada reaksi positif yang didapatkan namun yang timbul malah perasaan tersinggung, diremehkan dan dendam. Mengapa orang melakukan hal yang jelas-jelas membuahkan sesuatu yang negatif ? Meski sudah tahu, masih banyak orang yang melakukannya dan biasanya terhadap orang yang paling mereka cintai.
Kesalahan yang fatal bukan dikarenakan dia tidak cinta lagi pada istrinya tapi karena dia tidak berpikir dulu sebelum bicara. Yang berakibat keluarnya kata-kata pedas, merendahkan, menyindir, mengoreksi, atau mengatakan sesuatu yang tidak penting tetapi dengan nada yang menyinggung perasaan. Biasanya hal ini terjadi karena kita sedang capek, frustasi, tekanan pekerjaan.

Seringkali bila sudah terucap barulah kita menyesali perkataan kasar kita pada orang yang paling kita sayangi. Jadi bila Anda sedang dalam kondisi tertekan atau capek dan ada sedikit keraguan apakah respon Anda tepat atau tidak, tanyakan pada diri Anda 2 pertanyaan ini :”Apakah komentarku ada gunanya bagi percakapan ini? Apakah akan mendekatkan hubungan kami atau justru menjauhkan ?
Komentar yang menyakitkan hati tidak akan berdampak apa-apa, jika yang menerima komentar tersebut tidak memperdulikannya. Biasanya bila seseorang mendapatkan komentar yang menyakitkan, akan bersikap defensif bahkan membalas dengan beberapa kalimat. Yang mungkin saja berkembang menjadi pertikaian yang tidak bermanfaat.
Penting untuk diam sejenak tanpa komentar setelah pasangan kita selesai berbicara, agar kita bisa berpikir dulu sebelum berbicara. Menjalin hubungan yang penuh cinta tidaklah rumit hanya diperlukan usaha kita untuk bersikap ramah, penuh perhatian dan tidak menjadikan diri kita sebagai penghalang.

Did you like this? Share it:

Pengaruh Cinta Dan Kasih Sayang

|

love3

Pernah pada pagi ketika saya sedang mandi, Hana ribut dengan ketuk-ketuk kamar mandi sambil berteriak-teriak. ‘duit..yah, duit yah..’ Tumben pagi-pagi sudah minta duit, biasanya minta beli jajan. pikir saya. Setelah selesai mandi istri saya mengatakan barusan ada orang yang butuh. ‘oo..pantesan ribut minta duit mau ngasih orang lain ya…’kata saya. Biasanya mamahnya suka memberi beras atau uang pada orang yang sedang butuh.

Itulah anak seiiring pertumbuhannya tampak sikap mereka atau ketertarikan melakukan sesuatu karena dipengaruhi oleh sikap dan perbuatan orang tuanya. pengaruh kasih sayang orang tualah yang paling kuat membentuk kepribadian sang anak. jika kita bersikap lembut dan penuh cinta maka anak akan membentuk cara berpikir anak bahwa semua orang pada dasarnya baik dan penuh cinta.

Saya teringat salah satu Hadis dari Ibnu Abas bahwa Rasulullah bersabda, ‘Akrabilah anak-anakmu dan didiklah akhlak mereka.’ Mendidik akhlak anak-anak buat saya berarti memberikan pengaruh Cinta dan kasih sayang pada anak, namun sesungguhnya cinta bukanlah kita yang menentukan. Cinta datangnya dari Alloh SWT dan hanya untuk Alloh SWT. Buktinya adalah luar biasa menakjubkan cinta, semakin banyak kita memberikan cinta untuk orang lain maka semakin banyak cinta yang kita terima. Orang yang bersikap penuh cinta maka akan mudah baginya untuk mendapatkan cinta dari orang-orang disekelilingnya.

Lantas bagaimana kita memberikan pengaruh cinta dan kasih sayang pada anak-anak kita? pengaruh cinta dan kasih sayang pada anak-anak itu terjadi ketika kita sebagai orang tua menghormati orang lain, membantu orang-orang disekeliling kita. Memberi pada orang yang membutuhkan sekalipun hanya Rp.500 akan memiliki makna yang begitu besar bagi anak.

kebaikan yang kita lakukan karena rasa cinta dan kasih sayang kita terhadap orang lain, menjadi sesuatu perbuatan yang menyenangkan dan spontanitas sehingga anak-anak ikut merasakan sendiri betapa bahagianya mereka ketika melakukan kebaikan.

Anak-anak ikut berempati, merasakan penderitaan orang lain, mereka mau membantu dan melihat kebahagiaan dari wajah orang-orang yang telah dibantunya, anak-anak merasakan kebahagiaan itu. indah dan luar biasa menyenangkan. Itulah nikmatnya memberi. Memberi berarti berempati terhadap penderitaan orang lain. Dan Empati adalah buah dari pengaruh cinta dan kasih sayang kita sebagai orang tua.


‘Sesungguhnya Allah selalu beserta orang-orang yang taqwa dan orang-orang yang selalu berbuat kebaikan. (Q.S. An-Nahl 128).

Did you like this? Share it:

Cinta Sejati

|

love1

Seseorang yang telah menggapai nikmatnya berpeluh simpuh dihadapan Allah SWT di malam hari, akan memiliki ketenangan bathin yang luar biasa. Di setiap langkah kakinya, ia bukan hanya meyakini, tapi juga senantiasa menyadari bahwa semua yang terjadi bahwa semua yang terjadi tak sedikit pun terlepas dari kehendak-Nya. Dalam gambaran sebuah sabda Rasulullah SAW, “Akan merasakan kelezatan iman seorang yang ridha dengan Allah sebagai Rabb, islam sebagai Agama, dan Muhammad sebagai Rasul.” Di hatinya, bunga cinta kepada Illahi Rabbi mekar merekah. Sebaliknya, Allah SWT pun mencintai hamba-hambanya-Nya yang shalih.

Inilah gambaran yang disebut sebagai jalinan cinta sejati, sebab tak ada cinta sejati di atas dunia ini kecuali cinta yang terjalin antara Tuhan dan hamba-Nya. Ibnul Qayyim berkata, “Setiap orang yang kau cintai atau mencintaimu, adalah karena menginginkan sesuatu dari orang yang dicintai. Akan tetapi, Allah mencintaimu untuk dirimu sendiri.

Semoga tulisan yang singkat ini dapat bermanfaat amiin. Ayo dukung saya di kontest seo Rusli Zainal Sang Visioner agar menang dalam pacuan Rusli Zainal Sang Visioner seoku ini.

Did you like this? Share it:

Arti Sahabat

|

sahabat3

Temans, Apakah arti sahabat bagimu? Seberapa pentingkah mereka bagi hidup kita? Dan bagaimanakah cara kita menjaga persahabatan?

Suatu hari pernah ada yang bercerita pada saya tentang sebuah kisah pada jaman rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam . Saya lupa redaksinya dan lupa fokus cerita pada rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam atau pada salah seorang sahabat (mohon kalau ada yang lebih tahu memberitahukan). Diceritakan bahwa beliau tersebut sangat memuliakan sahabat-sahabatnya dan memperlakukan mereka dengan sedemikian rupa sehingga seolah-olah bagi setiap sahabatnya mereka masing-masing lah yang paling istimewa. Keren ya ^_^

Empat tahun yang lalu, beberapa bulan setelah wisuda-di bulan September, salah seorang sahabat pernah mengirimi saya kartu menasehati saya “Jangan pernah melupakan sahabatmu, karena di suatu saat dia bisa jadi salah namun di saat lain dia juga pernah berbuat baik” (thx ya bu, dikau mungkin sudah lupa, tapi kartunya selalu kusimpan, apalagi nasehatmu itu ^_^) Pun di waktu lain aku mengintip blog seorang teman, katanya ada beberapa sms yang tidak pernah dihapusnya. Salah satunya adalah sms berbunyi : “Apa Kabar Iman ? Semoga selalu melangkah maju. Apa Kabar Hati ? semoga selalu bersih dari kelabu. Apa kabar Cinta? semoga selalu berpeluh rinduNya”. Sms itu juga tidak pernah kuhapus, karena saling menasehati memang keren :)

Persahabatan,
Suatu saat saya pernah bersepakat bahwa persahabatan juga akan melewati ujian. Sayapun pernah mengalaminya. Dan saya rasa hampir semua orang pernah mengalaminya. Ketika masalah tersebut lewat, kadang saya merasa sedih mungkin ketika hal itu terjadi saya pernah sangat menyakiti sahabat saya, baik itu lewat ucapan, perbuatan, disengaja maupun (merasa) tidak disengaja. Banyak hati yang selembut sutera…

Tapi percayalah, dibalik segala kesalahan, sahabat sejati tak pernah bersungguh-sungguh ingin menyakiti sahabatnya.

Kenapa saya tiba-tiba menuliskan ini? Karena baru-baru ini saya menjumpai kasus 2 orang yang telah bersahabat lama, bertahun-tahun, tiba-tiba bertengkar karena (sedikit) salah paham yang menurut saya sangat besar potensi untuk kembali berbaikan. Namun kemudian ternyata salah satu pihak merasa ‘tidak ingin lagi seperti dulu’ karena di matanya ‘kejadian itu’ sangat terlalu menyakitkan. Sang teman menyakiti hati secara verbal dan bahasa tubuh. Dan kemudian silaturahmi keduanya memburuk walau masih bertegur sapa.

Awalnya saya bingung, bagaimana bisa pertemanan yang telah terjalin begitu lama sampai ke taraf ‘tak bisa baikan lagi’ hanya karena peristiwa sesaat?. Namun kemudian saya sadar, sebagai ’pihak luar’ saya tidak bisa men-judge apapun, karena bagaimanapun saya tidak pernah benar-benar berada di situasi tersebut.

Peristiwa ini kemudian membuat saya berfikir lama. Menjaga sesuatu memang jauh lebih susah dibanding ketika memulainya.

Tiba-tiba saya teringat sahabat-sahabat saya. Orang-orang yang bagi saya sungguh spesial. Saya yakin, dengan segala ketidak sempurnaan saya, pastilah ada saat-saat dimana saya pernah tersalah, sengaja maupun tidak. Pasti ada.

Tiba-tiba saya teringat sahabat-sahabat saya, yang bagi saya rata-rata memiliki jiwa besar, kelembutan hati, penyayang, penuh empaty, good listener dan merupakan sosok-sosok yang selalu saya cari ketika ingin bertukar fikiran. Walaupun untuk topik-topik yang berbeda-beda. Saya merasa sangaaat bersyukur telah diberi hadiah sahabat-sahabat yang begitu indah.

Ya… bagi saya, sahabat adalah hadiah;
Karena, dibalik segala kekurangan saya mereka masih tetap mau saling bertukar kabar, baik dengan sms-sms, telpon, chatting singkat, saling menasehati, menyemangati, saling berkirim email-email singkat, bahkan email-email panjang yang kadang butuh waktu berhari-hari membalasnya.

Ya… bagi saya, sahabat adalah anugerah;
Karena mereka tak hanya menasehati saya namun saya berharap juga memaafkan saya (semoga). Karena alhamdulillah kami sampai saat ini masih saling bertukar kabar.


Ya… bagi saya, sahabat adalah amanah;
Karena ternyata butuh penjagaaan yang serius agar tetap indah selamanya. Kembali kepada peristiwa di atas, saat berbincang dengan salah satu dari pihak yang berkonflik tersebut, kemudian banyak sekali hikmah yang kemudian dapat saya peroleh. Hal-hal ini sekaligus menjadi renungan terhadap hal-hal yang mungkin juga pernah saya langgar ketika berinteraksi dengan sahabat-sahabat saya;

Ketika sahabatmu merasa tersakiti, lekaslah introspeksi diri, mungkin bagimu engkau benar namun baginya hati telah tersakiti. Tidak ada salahnya memulai meminta maaf;

Menjadi seorang sahabat butuh empati, pemahaman terhadap perasaan orang lain;

Menjadi seorang sahabat harus siap menjadi ’a good listener’

Demikianlah dulu. Hatur nuhun untuk teman-teman yang selalu memaafkan kesalahan-kesalahan saya, sehingga sampai detik ini masih senantiasa saling bercerita… Engkau sungguh berharga.

Dan aku selalu percaya bahwa sahabat sejati tidak pernah benar-benar bermaksud menyakiti hati sahabatnya

Did you like this? Share it:

satu sisi

|

sahabat2

kata sahabat adalah sebuah kata yang menandakan bahwa manusia adalah makhluk sosial namun demikian besar arti sebenarnya dari sebuah persahabatan sehingga membuatnya begitu berarti. kadang sahabat dapat membuat hari-hari yang kita lalui benar-benar indah dan memiliki banyak cerita, namun kadang juga sahabat membuat kenangan terburuk untuk kita sepanjang hidup.

tetapi kadang kala juga sahabat bisa berakhir indah atau bisa juga buruk, saya mungkin punya sebuah persepsi bahwa persahabatan tidak boleh diakhiri dengan sebuah kata cinta, dan persepsi itu dah menjadi prinsip semenjak saya mengenal arti persahabatan.

namun, saya juga tidak bisa pungkiri bahwa hal yang bertentangan tersebut banyak terjadi disekitarku. dan harapku saya tidak menjadi bagian dari itu, sebab saya ingin menempatkan arti sahabat sebenar-benarnya sahabat, walaupun banyak cerita negatif yang mendekatkan saya akan hal cinta sesama sahabat…tentunya sahabat ceweklah soalnya gue cowok :)

untuk saya sahabat adalah sahabat, dan sahabat terbaik adalah sahabat yang tau kapan dia atau kita membutuhkannya.

::butuh waktu yang lama untuk membangun sebuah persahabatan, tetapi hanya butuh waktu singkat untuk menghancurkannya::

Did you like this? Share it:

Persahabatan ( Sahabat Sejati)

|

sahabat1

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan
dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan
mempunyai nilai yang indah.

Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi
persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan
bertumbuh bersama karenanya…

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi
membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkanbesi,
demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya. Persahabatan
diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti,
diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak,
namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan
dengan tujuan kebencian.

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan
untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya
ia memberanikan diri menegur apa adanya.

Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman,
tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan
dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha
pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita
membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi
mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih
dari orang lain, tetapi justru ia beriinisiatif memberikan
dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.

Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya,
karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.
Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati,
namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.
Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun
ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.

Beberapa hal seringkali menjadi penghancur
persahabatan antara lain :
1. Masalah bisnis UUD (Ujung-Ujungnya Duit)
2. Ketidakterbukaan
3. Kehilangan kepercayaan
4. Perubahan perasaan antar lawan jenis
5. Ketidaksetiaan.
Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan
oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinya.

Renungkan :
**Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri
“Dalam masa kejayaan, teman2 mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman2 kita.”*

Did you like this? Share it:

HUBUNGAN ANTARA OBESITAS DENGAN KECEMASAN MEMPEROLEH PASANGAN HIDUP PADA PEREMPUAN DEWASA AWAL

|

images

Tugas perkembangan masa dewasa awal adalah mulai bekerja, memilih seorang teman hidup, belajar hidup bersama dengan suami atau istri, mulai membina keluarga. Pada masa itu seorang wanita akan merasa bahagia apabila dapat memenuhi tugas perkembangan tersebut salah satunya adalah memperoleh pasangan hidup. Namun pada kenyataannya tidak semua perempuan dewasa awal dapat dengan mudah memperoleh pasangan hidup dikarenakan faktor obesitas. Wanita yang obesitas cenderung tertutup, kurang percaya diri, dan mereka beranggapan pria lebih memilih wanita yang punya berat badan ideal dijadikan sebagai calon istri. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara obesitas dengan kecemasan memperoleh pasangan hidup pada perempuan dewasa awal dan mengetahui pengaruh obesitas dengan kecemasan memperoleh pasangan hidup pada perempuan dewasa awal. Hipotesis yang diajukan yaitu ada hubungan positif antara obesitas dengan kecemasan memperoleh pasangan hidup pada perempuan dewasa awal, semakin tinggi obesitas maka semakin tinggi pula kecemasan memperoleh pasangan hidup, demikian pula sebaliknya semakin rendah obesitas maka semakin rendah pula kecemasan memperoleh pasangan hidup. Subjek dalam penelitian ini adalah perempuan dewasa awal yang mengalami obesitas yang bertempat tinggal di desa Kendal kecamatan Kendal kabupaten Ngawi berjumplah 60 orang dengan karakteristik: a) perempuan usia 21-30 tahun, b) belum menikah, c) memiliki Indeks Masa Tubuh (IMT) ≥ 23,0. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah kuota purposive non random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kecemasan memperoleh pasangan hidup dan data obesitas. Berdasarkan hasil analisis product moment didapatkan besarnya r=0,301 dengan p=0,018 (p<0,05) dengan demikian dapat dikatakan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara obesitas dengan kecemasan memperoleh pasangan hidup. Berdasarkan hasil penelitian diketahui subjek penelitian tergolong ringan sampai berat, dilihat dari hasil IMT (Indeks Masa Tubuh) 23,868 sampai 30,830, kecemasan memperoleh pasangan hidup tergolong sangat rendah ditunjukkan dengan rerata empirik sebesar 42,800 dan rerata hipotetik sebesar 70. Berdasarkan hasil penelitian diketahui sumbangan efektif obesitas terhadap kecemasan memperoleh pasangan hidup sebesar 9,1 %, artinya obesitas berpengaruh sebesar 9,1% terhadap kecemasan memperoleh pasangan hidup sehingga masih terdapat 90,9 % variabel lain yang mempengaruhi kecemasan memperoleh pasangan hidup selain variabel obesitas, seperti cacat tubuh dan faktor kepribadian orang itu sendiri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan positif yang signifikan antara obesitas dengan kecemasan memperoleh pasangan hidup artinya semakin tinggi obesitas maka semakin tinggi pula kecemasan memperoleh pasangan hidup begitu pula sebaliknya semakin rendah obesitas maka semakin rendah pula kecemasan memperoleh pasangan hidup.

Did you like this? Share it:

Menentukan Pasangan Hidup

|

romantis

Banyak cara dalam mencari pasangan hidup kita dari mulai kenal sana-sini baik alam nyata maupun virtual, pacaran, penjajakan visi dan misi hidup, maupun lansung merried melalui perjodohan. Atau bahkan ada yang menghindari perzinahan melalui proses perkenalan melalui orang orang terpercaya dalam hidupnya untuk selanjutnya terjadi perkenalan, dilanjutkan dgn tanya jawab maupun penjajakan visi dan misi hidup dan kalo kedua belah pihak setuju maka langsung dilanjutkan ke jenjang pernikahan…..

Terus dari semua itu menyisakan kisah kisah baik yang menyedihkan atau bahkan yang menyenangkan. Ada yang pacaran sudah bertahun tahun tapi akhirnya gagal juga pada sebelum atau bahkan sesudah pernikahan, tetapi ada juga yang sukses sekali menjalaninya….

Sebenarnya dari semua penilaian setelah dari fisik , misi dan visi hidup cocok maka ada yang harus di perhatikan benar yaitu bahwa calon pasangan hidup kita itu bukanlah sosok yang kita idam-idamkan atau sosok yang unggul menurut tuntutan kita namun adalah sosok yang tepat, dalam arti calon kita harus mempunyai karakter utama yang membuat kita nyaman dan bahagia…
Kata banyak orang karakter utama ini dikatakan dengan sifat asli.

Jika kita menjalani hubungan hanya berdasarkan perasaan suka atau bahkan cinta sekalipun maka banyak sekali hal yang membutakan kita dari menerima sikap asli ini, selama jiwa kita sangggup menerimanya maka tidak apa-apa, tetapi manusia itu berjalan secara dynamis sedemikian hal itu hanya akan menjadikan api dalam sekam yang sewaktu waktu akan meledak…

Jadi pastikanlah karakter utama/sifat asli calon pasangan hidup kita adalah yang membuat kita nyaman dan bahagia, atau paling tidak pastikan kita dapat menerima karakter utamanya dalam keadaan kita biasa/tidak ada perasaan menggelora atau bahkan ketika tidak menyukainya sama sekali…..

Pilih bahagia atau menderita….!!!….
Jangan sekali-kali menciptakan neraka tersendiri dalam hidupmu, pernikahan bukan hanyalah untuk merubah status hidup kita atau yang lainya, tetapi sebenarnya ia bisa menjadi syurga bagi yang tepat dalam menjalaninya…..

Did you like this? Share it:

Pasangan Hidup dan Seks?

|
bebek
Pernah tidak anda penasaran, mengapa kita sebagai manusia sangat perduli terhadap pasangan hidup? Apalagi sewaktu masa puber, kita mulai lirik-lirik dan bahkan merasa punya pacar merupakan sebuah keharusan. Terlebih lagi, setelah punya pacar, rasanya tidak perduli lagi dengan dunia, semua berbunga-bunga dan indah sekali ;) . Walaupun perang nuklir sedang terjadi, yang penting saling memiliki!

Lalu, kalau sampai putus dengan pacarnya, sebaliknya juga terjadi. Dunia rasanya gelap, mati tidak mau tapi hidup pun tak rela, hati seperti ditusuk-tusuk beribu-ribu pedang rasanya. Bahkan, rasa sakit ini tidak jarang berlangsung berbulan-bulan, atau bahkan lebih, kalau mau diingat-ingat lagi.

Kalau mau diadakan survey di dalam masalah pasangan hidup, saya yakin bahwa hampir semua orang akan menempatkan masalah pasangan hidup di dalam prioritas hidup mereka. Dari masalah bagaimana mencari, memilih, dan memiliki pasangan hidup.

Apakah ini hasil dari evolusi? Atau memang ini naluri manusia? Atau memang sudah dari sananya?

Mari, kita lihat kitab Kejadian untuk lihat sejarah, asal-muasal ‘pasangan hidup’:

  1. Ketika Allah menciptakan dunia beserta segala isinya (hari kesatu sampai keenam), Dia selalu berkata bahwa hasil ciptaanNya itu ‘baik’ (Kejadian 1:4, 10, 12, 18, 21, 25 dan 31)
  2. Hanya dalam satu hal saja Allah berkata sesuatu itu tidak baik. Yaitu, waktu Ia melihat bahwa manusia yang diciptakanNya itu sendiri (Kejadian 2:18)
  3. Diciptakanlah perempuan, sebagai ‘penolong yang sepadan’. Sejak ini, Allah menganggap pernikahan adalah hal yang serius, dan mereka menjadi satu daging (asal mula hubungan seksual suami-istri), Kejadian 2:24.

Seperti yang Firman Tuhan katakan, hubungan suami-istri adalah sesuatu yang Tuhan ciptakan, dan merupakan sesuatu hal yang indah (juga hubungan seksual suami-istri)!!!

Wah, pantas saja di kepala kita, dari dahulu, yang dipikirkan bagaimana mencari pasangan hidup! Terlebih lagi, hubungan seksual juga merupakan dari bagian naluri manusia! Masalahnya, kenapa saat ini kenyataannya berbeda?  Mengapa sekarang manusia, bahkan sesama suami-istri saling menyakiti? Hubungan seksual juga menjadi disalahgunakan?

Sayangnya, pemberontakan manusia merusak semuanya (bacaan lebih lanjut di tulisan yang sebelumnya)! Jadi, jangan heran kenapa begini-begitu! Sudah diperingatkan dari awalnya kok!!

“Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar. Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka” Roma 1:26-27

Lalu, apa tujuan menikah di dalam Alkitab setelah pemberontakan manusia ini? Saya undang anda untuk membaca seluruh kitab 1 Korintus 7 tentang hal ini, karena saya tidak bisa mengulasnya lebih jelas lagi!

Satu hal, tidak jarang saya mendengar dari saudara seiman di dalam Kristus yang mengatakan, “Wah, sudah punya calon belum? Kapan menikahnya? Kalau belum, mari saya doakan agar cepat-cepat mendapat jodoh!”. Lho? Tujuan hidup untuk mendapat jodoh atau pasangan hidup begitu? Sekali lagi, mari saya undang anda untuk membaca 1 Korintus 7 ini secara keseluruhan!!!

Kesimpulan: Menikah atau tidak menikah bukanlah pertanyaannya!! Tetapi, bagaimana menjalankan kehidupan saya untuk taat kepadaNya!! Kalau memang bisa single, ya jalanilah hidup itu dengan taat. Kalau tidak bisa, ya menikahlah!

Did you like this? Share it:

Hello world!

|

Welcome to Student Blogs. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Did you like this? Share it: